Notification

×

Iklan

Iklan

Dorong UMKM Mandiri, PT Timah Libatkan Mitra Binaan Guna Bagikan Ilmu Olahan Laut ke Warga

| 8:19 AM WIB | 0 Views

 

SUNGAILIAT – PT TIMAH (Persero) Tbk terus berkomitmen memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara berkelanjutan. Tidak sekadar menyalurkan modal dan pembinaan internal, perusahaan bentukan BUMN ini kini juga mendorong para mitra binaannya yang telah sukses untuk turun langsung menginspirasi warga dengan membagikan ilmu serta keterampilan berwirausaha.

Salah satu implementasi dari langkah tersebut terlihat dalam pelatihan Pengolahan Hasil Laut yang digelar di Rusunawa Lingkungan Nelayan II, Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Selasa (23/6/2026). Dalam agenda ini, PT Timah menggandeng pelaku usaha "Getas Afifah" selaku narasumber demi mengajari masyarakat tata cara mengolah komoditas laut menjadi produk kuliner bernilai jual tinggi, seperti kericu dan ampiang.

Agenda edukasi tersebut disambut antusias oleh kelompok ibu-ibu PKK Sungailiat, warga Rusunawa Nelayan II, hingga perwakilan masyarakat pesisir dari kawasan Nelayan I dan II. Melalui metode berbagi pengalaman (sharing session) ini, para peserta tidak hanya menyerap teori, tetapi juga bisa mencontoh langsung strategi sukses dari pelaku UMKM yang sudah berpengalaman di lapangan.

Sebagai informasi, "Getas Afifah" merupakan salah satu contoh sukses dari program kemitraan PT Timah yang dirintis sejak tahun 2018. Berjalan selama kurang lebih delapan tahun di bawah bimbingan perusahaan, UMKM asal Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah ini berhasil berkembang pesat hingga menjadi salah satu produsen olahan laut yang cukup populer.

Pengelola Getas Afifah, Dina Maria, mengungkapkan bahwa wilayah pesisir tempat tinggalnya memang menyimpan potensi perikanan yang melimpah. Kendati demikian, pasokan bahan baku terkadang menjadi tantangan tersendiri pada musim tertentu, sehingga mereka harus mendatangkan pasokan ikan dari Kabupaten Bangka Selatan demi menjaga stabilitas produksi.

Ia juga sangat mengapresiasi peran PT Timah yang selama ini telah memfasilitasi bantuan berupa alat-alat penunjang produksi. Intervensi tersebut terbukti mendongkrak kapasitas operasional mereka secara drastis, dari yang awalnya hanya mengolah 1 kilogram ikan per hari, kini sanggup memproduksi hingga mendekati 300 kilogram setiap harinya seiring peningkatan omzet usaha.

Dina mengaku bangga didapuk sebagai mentor dalam pelatihan ini. Menurutnya, meskipun banyak UMKM di daerahnya menawarkan jenis panganan laut yang serupa, sentuhan rasa dan teknik pembuatan yang unik akan tetap menjadi pembeda utama di pasar. Ia berharap transfer ilmu ini bisa memicu kemandirian ekonomi bagi para peserta.

Strategi menjadikan mitra binaan sebagai mentor merupakan pola andalan PT Timah dalam memperluas dampak positif program tanggung jawab sosialnya (CSR). Pendekatan serupa sebelumnya juga berhasil diterapkan di wilayah Kundur, Kabupaten Karimun. Saat itu, PT Timah menghadirkan Bella Kartika Aprilia (pemilik Batik Sepiak) sebagai pemateri untuk mengajari masyarakat teknik pembuatan kain ecoprint menggunakan pewarna alami dari dedaunan.

×
Berita Terbaru Update