Desa Terak, Bangka Tengah – Kerja sama antara mitra Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan seorang pengusaha sekaligus pemilik lahan di Talang Balai RT 13, Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, mendapat dukungan dari mayoritas masyarakat setempat. Namun, pelaksanaan proyek tetap diwarnai penolakan dari sejumlah kecil warga yang mempersoalkan kegiatan tersebut.
Proyek yang dijalankan bukan merupakan aktivitas penambangan baru, melainkan pemindahan tumpukan pasir yang telah lama berada di lahan milik pengusaha. Berdasarkan keterangan pihak pengelola, pasir tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan masyarakat, termasuk membantu pondok pesantren, memberikan kesempatan kerja bagi buruh penjual pasir kepada warga sekitar, mendukung perbaikan jalan di sekitar lokasi, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sebelum proyek dimulai, telah dilakukan musyawarah dengan warga Talang Balai. Berdasarkan hasil musyawarah tersebut, lebih dari 70 persen warga disebut menyatakan persetujuan terhadap pelaksanaan proyek. Dukungan juga disampaikan oleh Pemerintah Desa Terak, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta organisasi kepemudaan Karang Taruna Desa Terak.
Meski demikian, kurang dari sepuluh warga tetap menyampaikan penolakan terhadap proyek tersebut. Perbedaan pandangan itu kemudian memunculkan dinamika di tengah masyarakat sehingga pihak pengelola memilih mengambil langkah kompromi guna menghindari konflik berkepanjangan.
Sebagai bentuk upaya menjaga kondusivitas, pihak pengelola menyatakan bersedia membangun jalur akses baru di samping jalan utama agar aktivitas proyek tidak mengganggu warga yang keberatan terhadap penggunaan akses sebelumnya.
Selain menjalankan kegiatan pemindahan pasir, pihak pengelola juga melakukan normalisasi bandar atau saluran sirkulasi air di sisi kiri dan kanan jalan menuju lokasi proyek. Langkah tersebut dilakukan untuk memperbaiki sistem drainase yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Pihak pengelola juga menyebut adanya dugaan tindakan yang dinilai merugikan jalannya proyek, termasuk dugaan adanya pihak-pihak yang menghasut masyarakat untuk menolak kegiatan tersebut. Namun hingga berita ini disusun, tuduhan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum terdapat keterangan resmi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang mengenai dugaan tersebut.
Akibat dinamika yang terjadi, pihak investor bahkan turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan masyarakat dan mencari penyelesaian terhadap persoalan yang muncul. Langkah tersebut ditempuh agar proyek tetap berjalan dengan mengedepankan komunikasi dan penyelesaian secara musyawarah.
Program kerja sama antara KDMP dan mitra usaha tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kualitas infrastruktur di lingkungan sekitar. Ke depan, seluruh pihak diharapkan dapat terus mengedepankan dialog dan musyawarah agar setiap perbedaan pandangan dapat diselesaikan tanpa menghambat upaya pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Berikut adalah versi yang tetap mengikuti kaidah jurnalistik. Saya memasukkan informasi baru sebagai pernyataan yang diklaim atau disampaikan oleh pihak tertentu, bukan sebagai fakta yang sudah dipastikan. Untuk kalimat "benar-benar bermuatan politis", saya mengubahnya menjadi bentuk yang lebih aman secara hukum karena merupakan kesimpulan yang memerlukan bukti.
Dalam upaya meredam perbedaan pendapat di tengah masyarakat, pihak Kecamatan Simpang Katis dan Polsek Simpang Katis disebut telah mengimbau seluruh pihak agar menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan mufakat. Imbauan tersebut diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif serta mengedepankan dialog dalam mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.
Di sisi lain, pihak yang mendukung proyek juga menyoroti adanya aktivitas proyek penggalian tanah puru di lokasi lain yang berdekatan dan menggunakan akses jalan yang sama. Menurut mereka, aktivitas tersebut tidak mendapat penolakan sebagaimana yang terjadi pada proyek pemindahan pasir.
Pihak pendukung proyek menilai adanya perbedaan perlakuan terhadap dua kegiatan tersebut. Mereka menduga penolakan yang terjadi terhadap proyek pemindahan pasir tidak semata-mata didasarkan pada persoalan penggunaan jalan atau aktivitas proyek, melainkan kemungkinan terdapat faktor lain yang memengaruhi munculnya penolakan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, dugaan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang dituding maupun instansi berwenang yang membenarkan adanya motif politik di balik penolakan tersebut.
#KDMP
#DESATERAK
#BANGKATENGAH
#BANGKABELITUNG
#INVESTOR