Notification

×

Iklan

banner

Iklan

banner

Cegah Kepunahan, PT Timah dan The Tanggokers Berkolaborasi Lestarikan Ikan Endemik Bangka

| 11:05 PM WIB | 0 Views

PANGKALPINANG — PT TIMAH (Persero) Tbk memperkuat komitmennya dalam pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati melalui kolaborasi strategis dengan Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung, atau yang dikenal sebagai The Tanggokers. Kemitraan ini diwujudkan melalui dukungan terhadap penelitian serta penerbitan buku berjudul "Biodiversitas Ikan Tempalak (Wild Betta) Endemik Pulau Bangka".

Buku ilmiah edukatif tersebut secara khusus mengulas kekayaan tiga spesies ikan tempalak endemik asal Pulau Bangka yang saat ini statusnya terancam punah menurut daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN Redlist). Ketiga spesies tersebut adalah Betta burdigala, Betta chloropharynx, dan Betta schalleri. Di dalamnya, disajikan informasi komprehensif mulai dari karakteristik fisik, pola persebaran, hingga kondisi habitat alami masing-masing spesies.

Dewan Pembina Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung, Swarlanda Gusti, menjelaskan bahwa kontribusi PT Timah tidak hanya terbatas pada penerbitan literatur. Perusahaan BUMN tersebut juga memfasilitasi seluruh proses penelitian di lapangan serta mendanai pembangunan kolam-kolam mini yang difungsikan sebagai sarana konservasi dan pusat pengembangbiakan ikan endemik secara semi-alami.

"Dukungan dari PT Timah memampukan kami memperkuat basis penelitian sekaligus aksi nyata konservasi di lapangan. Kolaborasi ini menjadi langkah krusial dalam menjaga kekayaan hayati asli Bangka Belitung agar tidak punah," ujar Swarlanda saat menyerahkan buku tersebut secara simbolis kepada perwakilan PT Timah pada Jumat (3/7/2026).

Swarlanda menambahkan, pihak yayasan menargetkan distribusi buku ini dapat menjangkau skala nasional. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas edukasi masyarakat luar daerah mengenai kekayaan fauna khas Bangka sekaligus menggalang kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian ekosistem air tawar daerah.

Setelah merampungkan proyek literatur pertamanya, Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung kini tengah menyiapkan buku lanjutan. Fokus dokumentasi berikutnya akan mengangkat ragam penamaan lokal ikan yang digunakan oleh masyarakat Bangka, sebagai upaya melestarikan pengetahuan lokal (indigenous knowledge) secara turun-temurun sekaligus memperkaya literatur keanekaragaman hayati Indonesia.

 

×
Berita Terbaru Update